Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak warga ibu kota untuk tetap tenang menghadapi ketidakpastian ekonomi global akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Pramono menyadari bahwa tekanan terhadap ekonomi global akan terjadi jika situasi konflik semakin memanas, terutama jika jalur distribusi energi dunia terganggu.
Dia menekankan bahwa penutupan Selat Hormuz menjadi faktor krusial karena jalur tersebut merupakan jalur distribusi minyak dunia yang dapat memicu kenaikan harga energi dan logistik secara global. Meskipun demikian, Pramono memastikan bahwa pasokan pangan di Jakarta masih terkendali menjelang Idulfitri 2026.
Dalam situasi menyambut perayaan Idulfitri, kebutuhan utama seperti cabai, daging, dan beras di Jakarta saat ini masih tersedia dalam jumlah yang cukup. Pramono berharap warga Jakarta tidak terlalu khawatir akan dampak dari ketegangan ekonomi global akibat konflik tersebut.


