:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4955336/original/009790900_1727503314-ff051b33-96a4-4a87-ac8a-8e92a7756eab.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Gagal ginjal bisa menjadi alasan di balik gangguan tumbuh kembang yang dialami anak.
“Jika seorang anak mengalami gangguan tumbuh kembang, yaitu perkembangannya tidak sesuai usia seharusnya, bisa jadi disebabkan oleh gagal ginjal,” kata dokter spesialis penyakit dalam Annisa Maloveny dalam keterangan pers, Kamis (12/3/2026).
Selain gangguan tumbuh kembang, gagal ginjal juga bisa ditandai dengan sembilan gejala lainnya, yakni:
1. Bengkak Simetris pada Kaki Kiri dan Kanan
Gejala yang muncul bisa bervariasi, tetapi gejala paling umum adalah kedua kaki bengkak simetris. Pembengkakan ini terjadi karena adanya penumpukan cairan yang tidak terbuang akibat tidak dikeluarkan sebagai urine.
2. Sel Darah Merah dalam Urine (Hematuria)
Sering kali gejala ini tidak bisa terlihat oleh mata kecuali lewat pemeriksaan urine. Hasil lab menunjukkan adanya sel darah merah di dalam urine.
“Jika Anda melihat perubahan warna urine yang tidak wajar, segerahlah memeriksakan diri,” saran dokter yang praktik di Eka Hospital Cibubur itu.
3. Sel Darah Putih dalam Urine (Leukosituria)
Adanya sel darah putih pada urine ini menunjukkan infeksi pada ginjal. Sama seperti gejala sebelumnya, gejala ini bisa dideteksi lewat tes urine.
4. Protein dalam Urine (Proteinuria)
Munculnya protein pada urine menunjukkan adanya gangguan pada ginjal.
5. Jarang Buang Air Kecil (Oliguria)
Gejala gagal ginjal yang sering tidak disadari adalah turunnya produksi urine. Kondisi ini sering disadari ketika kaki sudah bengkak.


