HomeKesehatanWaspada Aritmia di Usia Remaja hingga Dewasa Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Waspada Aritmia di Usia Remaja hingga Dewasa Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Liputan6.com, Bandung – Gangguan irama jantung atau aritmia bisa terjadi pada usia muda seperti disampaikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia, Setiawan Widodo.

“Aritmia adalah gangguan irama jantung yang membuat detak jantung menjadi terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau bahkan tidak berirama,” terang Setiawan dicuplik dari laman Mayapada Hospital Bandung, Selasa (24/3/2026).

Setiawan mengatakan aritmia terjadi akibat gangguan sistem kelistrikan jantung yang mengatur ritme detak jantung. Normalnya, jantung berdetak 60–100 kali per menit saat beristirahat. Namun, pada orang dengan aritmia bisa lebih lambat atau cepat atau tidak berirama.

Setiawan menjelaskan bahwa aritmia pada usia muda dapat dipicu oleh 6 faktor, antara lain:

1. Konsumsi kafein dan minuman berenergi berlebihan. Termasuk suplemen penurun berat badan yang dapat memicu detak jantung meningkat.

2. Zat stimulan terlarang. Seperti amfetamin dan kokain yang memberi efek euforia namun meningkatkan risiko aritmia berat.

3. Ketidakseimbangan elektrolit khususnya kalium, magnesium, dan kalsium, yang sering terjadi akibat dehidrasi, kurang nutrisi, gangguan makan

4. Kelainan jantung bawaan meliputi Sindrom Wolff-Parkinson-White (WPW), Long QT Syndrome. Keduanya dapat menyebabkan detak jantung yang sangat cepat dan berbahaya.

5. Gangguan tiroid seperti hipertiroidisme (detak jantung lebih cepat) dan hipotiroidisme (detak jantung lebih lambat)

6. Gaya hidup tidak sehat seperti kurang tidur, merokok, alkohol, stres kronis serta gaya hidup sedentari

“Semua faktor ini membuat usia muda tetap berisiko mengalami aritmia,” terang Setiawan.

 

Source link

Harus Dibaca