:strip_icc()/kly-media-production/medias/5407887/original/006272400_1762756692-front-view-woman-doing-creative-journaling.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Setelah menikmati liburan Lebaran panjang yang penuh kegembiraan, tidak jarang sebagian orang justru merasakan perasaan hampa, cemas, atau kurang bersemangat saat harus kembali ke rutinitas harian. Kondisi ini dikenal sebagai post-holiday blues, sebuah respons emosional setelah berakhirnya periode menyenangkan liburan.
Fenomena ini bukan sekadar rasa malas biasa, melainkan bagian dari proses adaptasi psikologis tubuh dan pikiran yang perlu dipahami dan diatasi dengan tepat.
Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, menjelaskan bahwa post-holiday blues termasuk dalam kategori adjustment related emotional response, yaitu respons adaptasi terhadap perubahan situasi hidup. Perasaan tidak nyaman ini muncul karena otak sedang menyesuaikan atau mengatur ulang ritme kehidupan setelah mengalami perubahan signifikan selama liburan.
Untuk membantu Anda kembali bersemangat setelah liburan, Lahargo Kembaren membagikan beberapa kiat efektif yang dapat diterapkan:
1. Validasi Emosi
“Sadari bahwa ini normal ini bagian dari adaptasi. Menolak perasaan justru memperpanjang distres,” kata Lahargo dalam pesan tertulis.
2. Transisi Bertahap
Lakukan transisi secara bertahap. Misalnya bagi pekerja mulai hari pertama dengan tugas ringan dan hindari overload. “Ini membantu sistem saraf beradaptasi kembali,” pesannya.
3. Rebuild Dopamine secara Sehat
Bukan dengan scroll media sosial berlebihan. Namun, dengan olahraga, aktivitas bermakna, interaksi sosial sehat, menjalankan hobi yang menyenangkan.


