HomeBeritaPerempuan Sebagai Penentu Ketahanan Iklim di Indonesia

Perempuan Sebagai Penentu Ketahanan Iklim di Indonesia

Buku ini tidak hanya membahas isu gender, tetapi juga menyoroti keberhasilan riset Program Penelitian Aksi Indonesia-Australia (CARP) di Sungai Citarum. Tanvi Maheswari dari Monash University menjelaskan bahwa pemulihan Sungai Citarum melibatkan pendekatan ekonomi sirkular yang disesuaikan dengan kondisi lokal, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga hingga program daur ulang yang melibatkan komunitas. Namun, upaya adaptasi ini masih dihadapkan pada tantangan besar. Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Franky Zamzani, mengakui bahwa keterbatasan pendanaan dan kurangnya koordinasi antar lembaga masih merupakan hambatan utama dalam implementasi kebijakan iklim. Peluncuran buku ini juga merupakan bagian dari persiapan menuju Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Summit yang akan diselenggarakan pada 28-29 April 2026. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan dapat menghasilkan solusi iklim yang lebih berkelanjutan dan merata bagi seluruh masyarakat.

Source link

Harus Dibaca