:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5474565/original/004438100_1768486071-budi_buli.jpeg)
Dalam kesempatan lain, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji juga menyampaikan rasa bela sungkawa.
“Kami ikut berduka, kami ikut prihatin atas nama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), ada kecelakaan kereta di Bekasi. Yang jelas hari ini dari pihak terkait adalah penanganan korban,” kata Wihaji kepada Health Liputan6.com saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).
Dia juga memastikan pihaknya siap membuka layanan pendampingan keluarga bagi korban yang membutuhkan pemulihan trauma.
“Tentu kita akan tindak lanjuti kalau ada yang butuh konsultasi yang berkenaan dengan keluarga, trauma healing (pemulihan trauma), kewenangan kita di situ. Yang penting hari ini adalah fokus penanganan korban, kalau memang nanti butuh trauma healing pasti kita turunkan, itu bagian dari kewajiban kami,” ujarnya.


