HomeBeritaKrisis Erosi Pantura Jawa: 65,8% Garis Pantai Alami Hilang

Krisis Erosi Pantura Jawa: 65,8% Garis Pantai Alami Hilang

Pantura Jawa Terancam Erosi, 658 Persen Garis Pantai Alami Mengalami Krisis

Para ahli lingkungan memperingatkan akan ancaman erosi serius yang dihadapi oleh Pantura Jawa. Menurut hasil pemantauan terbaru, sebanyak 658 persen garis pantai alami mengalami erosi di wilayah tersebut.

Modifikasi Sungai dan Dampaknya

Dalam kajiannya, ahli lingkungan Tubagus Hikmatullah menyoroti anomali yang terjadi di lingkungan delta. Meskipun delta seharusnya menjadi area sedimentasi, namun erosi yang masif justru tinggi.

Menurut Tubagus, Pantai Utara Jawa didominasi oleh pantai berelief rendah dengan elevasi di bawah 10 meter. Wilayah ini mencakup 83 persen panjang seluruh Pantai Utara Jawa. Modifikasi di daerah hulu, seperti kanalisasi, pembelokan sungai, dan pembangunan bendungan, menjadi penyebab utama erosi.

Dampak di Berbagai Daerah

Contoh nyata dampak erosi akibat modifikasi antropogenik terlihat di berbagai daerah. Di Tanjung Pontang, Serang, luas daratan yang lenyap akibat pembelokan Sungai Ciujung Baru mencapai 1,72 kilometer persegi.

Di Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, air laut telah merangsek masuk hingga empat kilometer ke daratan. Infrastruktur publik tenggelam secara permanen dan lebih dari 1.000 hektare tambak warga terendam.

Kejadian serupa juga terjadi di Legonkulon, Subang, dan Krangkeng, Indramayu. Di Legonkulon, intrusi air laut telah merendam 700 hektare tambak sejauh dua kilometer, sedangkan di Krangkeng, abrasi mengakibatkan kerusakan jalan desa sepanjang 500 hingga 1.000 meter.

Source link

Harus Dibaca