HomeBeritaKorban Gempa Manggarai Bisa Bangun Hunian Sementara, Ini Caranya

Korban Gempa Manggarai Bisa Bangun Hunian Sementara, Ini Caranya

Rumah Elisabeth Daus runtuh akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 di Kabupaten Manggarai. Kini, perempuan berusia 54 tahun itu menanti selesainya pembangunan hunian sementara (Huntara) di Carep, Kelurahan Carep, agar dapat kembali menjalani kehidupan bersama lima anak dan kakak iparnya dengan lebih aman.

Elisabeth ditemui di depan Huntara yang sedang dibangun untuk keluarganya pada Rabu (16/9/2026). Ia mengaku bersyukur karena pemerintah menyiapkan tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya terdampak gempa.

“Nama saya Ibu Elisabeth Daus, umur saya 54 tahun. Saya tinggal di sini bersama lima orang anak dan kakak ipar saya. Rumah saya runtuh semua akibat gempa,” tuturnya.

Berharap bantuan hunian tetap

Menurut Elisabeth, anak-anaknya ikut merasa senang dengan adanya Huntara. Bagi keluarga tersebut, hunian sementara diharapkan menjadi tempat tinggal yang layak selama proses pemulihan berlangsung dan sebelum rumah permanen dapat dibangun.

Namun, Elisabeth mengatakan keluarganya tidak memiliki kemampuan untuk membangun rumah secara mandiri. Keterbatasan biaya dan kebutuhan material menjadi kendala utama, terlebih kondisi dirinya tidak memungkinkan untuk mengerjakan pembangunan rumah sendiri.

“Kalau harus membangun rumah sendiri, saya tidak mampu karena membutuhkan banyak material dan biaya. Kondisi saya juga tidak memungkinkan untuk membangun rumah sendiri,” katanya.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat membantu keluarganya memperoleh hunian tetap. Elisabeth ingin keluarganya nantinya dapat kembali menempati rumah yang layak dan aman setelah masa tinggal di Huntara berakhir.

Menjalani pemulihan bersama anak-anak

Runtuhnya rumah membuat Elisabeth sempat merasa sedih dan khawatir. Di tengah situasi tersebut, ia tetap harus memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memastikan pendidikan kelima anaknya tetap berjalan.

Perhatian dan bantuan pemerintah, menurut Elisabeth, membuat keluarganya merasa tidak menghadapi dampak bencana seorang diri. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak gempa.

“Saya sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan pemerintah kepada kami. Dengan kehadiran pemerintah dan seluruh pegawai yang memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak, kami merasa tidak sendiri,” ungkapnya.

Ia berharap dukungan tersebut terus diberikan hingga seluruh rangkaian pemulihan selesai. “Semoga perhatian ini terus diberikan sampai kami benar-benar bisa kembali memiliki rumah yang layak dan aman untuk keluarga kami. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan waktu, perhatian dan bantuan kepada kami,” ujarnya.

Pembangunan Huntara di Kabupaten Manggarai dilakukan melalui fasilitasi pemerintah maupun secara swadaya masyarakat. Upaya itu menjadi bagian dari penanganan dampak gempa M7,7. Pemerintah bersama BNPB terus mendorong pendataan, verifikasi, dan pembangunan hunian agar berjalan secara terukur, sesuai kebutuhan warga serta memperhatikan keselamatan bangunan.

Source link

Harus Dibaca