Gempa bumi bermagnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin, 21 September 2026, pagi. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.48 WIB.
Data episentrum dan kedalaman gempa
BMKG mencatat episentrum gempa berada di koordinat 4,74 derajat Lintang Utara dan 125,3 derajat Bujur Timur. Pusat gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer.
Informasi mengenai lokasi episentrum dan kedalaman itu menjadi bagian dari data awal BMKG dalam memantau gempa yang terjadi di wilayah Kepulauan Sangihe. Magnitudo gempa tercatat sebesar 5,2.
Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. BMKG menyampaikan informasi itu bersamaan dengan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dalam menyikapi kejadian tersebut.
Belum ada laporan korban dan kerusakan
Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa akibat gempa. Tidak ada pula laporan tentang kerusakan bangunan yang ditimbulkan oleh guncangan tersebut.
BMKG meminta masyarakat mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan lembaga tersebut terkait perkembangan gempa. Imbauan itu ditujukan agar informasi yang diterima masyarakat berasal dari sumber resmi, terutama setelah terjadi aktivitas gempa.
Dengan data yang tersedia, peristiwa gempa di Kepulauan Sangihe tercatat terjadi pada pagi hari dengan episentrum di wilayah koordinat 4,74 Lintang Utara dan 125,3 Bujur Timur serta kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa itu tidak memiliki potensi tsunami, sementara laporan mengenai korban jiwa dan kerusakan bangunan belum diterima.


