:strip_icc()/kly-media-production/medias/4405184/original/006993600_1682327234-20230424-Suhu-Panas-Indonesia-Angga-1.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Cuaca Jakarta panas pada beberapa hari terakhir di siang hari. Pemerintah provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat mengantisipasi risiko kesehatan akibat paparan panas seperti dehidrasi hingga heatstroke.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan cuaca panas dapat mempengaruhi kesehatan seperti kekurangan cairan (dehidrasi), kelelahan (heat exhaustion), hingga sengatan panas (heatstroke).
“Paparan dari cuaca panas yang tinggi juga bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan dan bisa juga terjadi iritasi kulit,” ucap Ani mengutip Antara.
Yang paling berisikoo akibat cuaca yang panas terik adalah kelompok rentan. Mereka adalah pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia (lansia).
Langkah Antisipasi
Untuk antisipasi secara umum Ani mengimbau masyarakat mengonsumsi air putih secara cukup. Lalu, menghindari makanan dengan kandungan garam tinggi juga minuman seperti kopi dan teh.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk menggunakan topi dan payung di luar ruangan serta membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat siang hari, terutama bagi kelompok rentan.Jika di dalam ruangan, maka gunakan pendingin ruangan (AC) atau kipas angin supaya menjaga suhu ruang.


