Universitas Terbuka (UT) mendorong agar hasil riset tidak berhenti sebagai pengetahuan di lingkungan kampus, tetapi berkembang menjadi inovasi yang digunakan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Gagasan tersebut menjadi benang merah dalam rangkaian kegiatan yang mempertemukan peneliti, pemerintah, pelaku industri, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pemanfaatan sains serta teknologi.
Penguatan pesan itu disampaikan melalui keynote oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. Dalam pemaparannya, semangat membawa inovasi melampaui ruang penelitian menjadi bagian penting dari upaya memperluas dampak riset.
Inovasi dari Riset hingga Pemanfaatan
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut melalui talkshow bertajuk “Deep Innovation, Broad Impact”. Sesi tersebut dimoderatori Prof. Dr. Fatia Fatimah, S.Si., M.Pd., dengan menghadirkan sejumlah pembicara dari sektor pemerintahan, kekayaan intelektual, dan pengembangan teknologi.
Hadir sebagai pembicara Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si. Selain itu, turut hadir Direktur Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang, Kementerian Hukum Republik Indonesia, Dr. Andrieansjah, S.T., S.H., M.M., serta Founder Indonesia Future Technology Group, Arifa Tan.
Para pembicara membahas pentingnya mempertemukan gagasan inovatif dengan jalur diseminasi, perlindungan kekayaan intelektual, dan pemanfaatan yang lebih luas. Forum ini menempatkan riset bukan hanya sebagai proses menghasilkan temuan, melainkan sebagai tahap awal menuju penerapan yang dapat menjawab kebutuhan di luar lingkungan akademik.
Showcase Produk dan Praktik yang Telah Diterapkan
Gagasan mengenai dampak kemudian ditampilkan melalui sesi Showcase. Wadah tersebut digunakan untuk memperlihatkan produk serta praktik terbaik yang telah diimplementasikan dan dinilai memberikan dampak.
Sesi Showcase dimoderatori Adhi Susilo, S.Pt., M.Biotech.St., Ph.D. Narasumber yang hadir ialah Arif Mushariadi dari Indonesia Lead Pinball, Andre Surya selaku Founder ESDA–Enspire School of Digital Arts & Game Development, serta Dr. Hasrianti, S.Si., M.Si., dosen Universitas Terbuka.
Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan forum tersebut memperlihatkan peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi. Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai terobosan yang relevan bagi masyarakat.
Ia juga mendorong pegawai UT, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk terus berkontribusi melalui kegiatan penelitian demi mewujudkan visi pendidikan tinggi yang berdaya saing global.
Dalam konteks itu, GALERI PJJ-UT menjadi wadah yang mempertemukan hasil penelitian dengan pihak-pihak yang berpotensi membuka jalan bagi pengembangan dan pemanfaatannya. UT menegaskan, perjalanan inovasi tidak berakhir ketika penelitian selesai atau produk dipamerkan. Tahap penting justru dimulai ketika pengetahuan tersebut digunakan dan menghasilkan manfaat di luar kampus.


